Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Nyawa Jadi Taruhan di Perlintasan Tanpa Palang, Sekali Lengah Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak

×

Nyawa Jadi Taruhan di Perlintasan Tanpa Palang, Sekali Lengah Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak

Share this article


Nyawa Jadi Taruhan di Perlintasan Tanpa Palang, Sekali Lengah Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak




Gambar Ilustrasi Kejadian, Bukan Foto Asli-generated image -perplexity.ai

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menunjukkan betapa besar risiko yang dihadapi pengendara ketika melintas tanpa memastikan jalur benar-benar aman.

Seorang pengendara sepeda motor, Aditya Kurniawan (21), warga Meraksa Aji, Tulang Bawang, tewas setelah tertabrak Kereta Api Babaranjang di perlintasan tanpa palang pintu Jalan Pahlawan, Surabaya, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 08.12 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlintasan tanpa palang tidak boleh diperlakukan seperti persimpangan jalan biasa. Pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena kereta api memiliki jalur khusus dan tidak dapat bermanuver menghindari kendaraan yang berada di atas rel.

Baca Juga :  Tawaran SIM Gratis Bisa Menggoda, Polri Ingatkan Tautan Viral Oktober 2026 Hoaks

Dalam kejadian itu, korban disebut mengendarai sepeda motor Honda GL Pro BE 8072 SG. Saat hendak melintas, petugas jaga swadaya sempat meneriaki korban agar berhenti karena kereta api dari arah Tanjung Karang menuju Rajabasa sudah mendekat.

Namun, korban disebut tidak sempat mengerem hingga benturan dengan kereta api tidak dapat dihindarkan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

BACA JUGA:Kejari Lampung Utara Tetapkan Kades Kedaton Tersangka Korupsi Dana Desa Rp448 Juta

Jangan Andalkan Palang, Jangan Andalkan Keberuntungan

Keberadaan perlintasan tanpa palang membuat keselamatan sangat bergantung pada kewaspadaan pengguna jalan. Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika pengendara terburu-buru, tidak melihat arah datangnya kereta, atau mengira masih memiliki cukup waktu untuk melewati rel.

Baca Juga :  Stray Kids Tembus 3 Juta Penjualan, ATEEZ hingga NEXZ Raih Sertifikasi Circle Chart

Padahal, ketika kereta sudah berada dalam jarak dekat, waktu untuk menghindar bisa sangat terbatas.

Kejadian di Kedaton ini memperlihatkan bahwa bahkan ketika peringatan sudah diberikan, situasi di perlintasan dapat berubah dalam hitungan detik.

Karena itu, pengendara yang akan melintasi jalur kereta api perlu memperlambat laju kendaraan, berhenti sebelum rel, melihat dan mendengar kondisi sekitar, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas.

Jika kereta sudah terlihat atau terdengar, pengendara sebaiknya tidak mengambil risiko dengan meneruskan perjalanan.

Keselamatan Lebih Penting dari Mengejar Beberapa Detik

Melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pada dasarnya membutuhkan kehati-hatian ekstra. Beberapa detik menunggu kereta lewat jauh lebih kecil risikonya dibanding mempertaruhkan keselamatan untuk berusaha mendahului kereta.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun ke-73, Nenek Ini Lakukan Ekspedisi Touring Motor dan Mendaki 4 Gunung di Indonesia

Peristiwa yang menewaskan Aditya menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan di Bandar Lampung, khususnya mereka yang setiap hari melewati perlintasan tanpa palang.

Jalur kereta api bukan ruang untuk mengambil keputusan berdasarkan perkiraan atau keberuntungan. Ketika kereta sudah mendekat, pilihan paling aman adalah berhenti dan memberi jalan.

BACA JUGA:Hangatnya Toleransi, Duet Rycko Menoza – Handitya Narapati Tebar Kebaikan di HKBP Kedaton

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

berjayanews.com



Source link