Selasa 27-10-2026,06:04 WIB
Reporter:
MG – Sarah Wafi Taqiya|
Editor:
Jefri Ardi

Kim Ji Won dalam drama Korea Doctor X: Mafia in White yang meraih rating 14,9 persen pada episode kedua penayangannya di SBS.–
RADARTVNEWS.COM – Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia atau Doctor X: Mafia in White tengah menjadi sorotan setelah menuai kontroversi akibat mengangkat peristiwa Gerakan Demokrasi Gwangju pada 1980. Drama medis yang dibintangi Kim Ji-won tersebut menghadapi petisi yang menuntut penghentian penayangan setelah episode keenamnya memicu perdebatan di kalangan penonton.
Kontroversi bermula dari episode keenam yang tayang pada 24 Oktober 2026. Dalam episode tersebut, cerita berfokus pada Oh Sang-beom, seorang pasien yang mengalami luka tembak di kepala ketika masih berusia 12 tahun dalam peristiwa penindasan demonstrasi pro-demokrasi di Gwangju pada Mei 1980. Bertahun-tahun kemudian, pasien tersebut masih mengalami penderitaan akibat serpihan peluru yang tertinggal di kepalanya.
Tokoh utama, Kye Soo-jung yang diperankan Kim Ji-won, kemudian berupaya menangani kondisi pasien tersebut melalui tindakan operasi. Kisah itu tidak hanya menampilkan persoalan medis, tetapi juga menggambarkan trauma dan penderitaan berkepanjangan yang dialami korban akibat peristiwa sejarah tersebut.
BACA JUGA:Doctor X Ratu Rating Drakor On Going Pekan Ini, Kim Ji Won Langsung Cetak Rekor
Namun, pengangkatan isu sejarah dalam drama medis ini menuai kritik. Sejumlah penonton mempertanyakan relevansi peristiwa Gwangju dengan alur cerita utama yang sebelumnya berfokus pada kemampuan dokter dan konflik internal rumah sakit. Selain itu, versi Korea ini dinilai memasukkan unsur sejarah yang tidak terdapat dalam drama Jepang asli, Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon yang menjadi sumber adaptasinya.
Kontroversi tersebut kemudian berkembang menjadi petisi di platform petisi publik Majelis Nasional Korea Selatan. Petisi bertajuk penghentian penayangan drama Doctor X itu meminta agar proses produksi ditinjau dan penayangan dihentikan. Berdasarkan pemberitaan pada 26 Oktober 2026, petisi tersebut telah memenuhi persyaratan awal dengan memperoleh sedikitnya 100 dukungan dan masih berada dalam tahap peninjauan untuk dipublikasikan.
Di sisi lain, respons penonton terhadap penggambaran sejarah dalam drama ini tidak sepenuhnya negatif. Sebagian menilai kisah korban Gwangju memberikan ruang untuk menggambarkan dampak kekerasan negara terhadap kehidupan seseorang dalam jangka panjang. Sementara itu, pihak yang mengkritik menilai penggunaan peristiwa bersejarah tersebut perlu dijelaskan secara lebih mendalam agar memiliki keterkaitan yang kuat dengan narasi medis yang dibangun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
idn times












