Jumat 06-11-2026,14:56 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira|
Editor:
Jefri Ardi

Burung megapoda purba Megapodius rokusi yang diperkirakan pernah hidup di Pulau Flores sekitar 190.000 hingga 120.000 tahun lalu. –Ilustrasi: Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Penemuan fosil burung purba di Gua Liang Bua, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, mengungkap keberadaan spesies burung yang pernah hidup puluhan hingga ratusan ribu tahun lalu.
Spesies tersebut diberi nama Megapodius rokusi, yakni kelompok burung megapoda yang masih berkerabat dengan ayam dan dikenal memiliki kebiasaan unik dalam menetaskan telur menggunakan panas lingkungan.
Penemuan ini menjadi catatan penting bagi penelitian sejarah keanekaragaman satwa di kawasan Wallacea, wilayah kepulauan yang berada di antara Asia dan Australia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology pada 22 Oktober 2026 itu mengidentifikasi spesies tersebut berdasarkan fosil sebagian tulang kaki yang ditemukan dalam penggalian di Gua Liang Bua pada 2009.
Berdasarkan analisis peneliti, fosil tersebut berasal dari lapisan sedimen yang diperkirakan berusia sekitar 190.000 hingga 120.000 tahun.
Hal yang menarik perhatian adalah ukuran tubuh burung purba tersebut. Peneliti memperkirakan Megapodius rokusimemiliki berat sekitar 3,9 kilogram. Ukuran ini menjadikannya spesies terbesar dalam genus Megapodius yang pernah diketahui hingga penelitian tersebut diterbitkan.
Sebagai perbandingan, megapoda kaki jingga yang masih hidup di Flores saat ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil.
Memiliki Cara Unik Menetaskan Telur
Selain ukurannya, kelompok burung megapoda juga mempunyai karakteristik reproduksi yang berbeda dari kebanyakan burung.
Burung ini tidak mengandalkan panas tubuh induknya untuk mengerami telur. Sebaliknya, telur dikubur di dalam tanah atau tumpukan material organik yang menghasilkan panas dari lingkungan.
Setelah menetas, anak burung megapoda umumnya sudah memiliki kemampuan berkembang yang cukup baik sehingga tidak membutuhkan perawatan induk seperti kebanyakan jenis burung lainnya.
Peneliti juga menjelaskan bahwa telur megapoda memiliki kandungan kuning telur yang relatif besar. Kondisi tersebut membuat telurnya berpotensi menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan pada masa lampau.
Menambah Catatan Sejarah Keanekaragaman Flores
Penemuan Megapodius rokusi menjadi fosil megapoda pertama yang berhasil dideskripsikan dari kawasan Wallacea.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












